Selasa, 28 Februari 2012

BUDAYA KERJA INDUSRTI(BUDAYA PERUSAHAAN/CORPORATE CULTURE)( pengantar 1 )


Setiap KORPORASI/ perusahaan atau industri berusaha untuk maju dan berkembang serta meningkatkan persaingan di pasar global. Tentunya diperlukan beberapa konsep manajemen yang sangat dibutuhkan untuk mencapai sasaran dari perusahaan atau industri tersebut.

Berikut adalah konsep-konsep yang mulai diterapkan oleh korporasi / industry antara lain:
- Just in time (JIT)
- Total Productive Maintenance (TPM)
- Total Quality Management (TQM)
- ISO 9001, ISO 14001
- Quality Control Circle (QCC)
- Ide perbaikan (Quality Innovation)
- Cost Reduction (Cost Down)
- 5S (jEPANG)
- 5R (INDONESIA)
- KAIZEN(JEPANG)

Dengan menerapkan konsep-konsep tersebut diatas perusahaan atau industry diharapkan dapat berjalan dengan baik dan memenuhi tuntutan standar dunia luas.

PENJELASAN 5S (JEPANG)
Satu dari beberapa konsep manajemen adalah konsep 5S dimana konsep ini adalah merupakan suatu konsep yang sederhana, mudah dan mendasar. 5S adalah merupakan singkatan dari kata Jepang yaitu:
* SEIRI => Ringkas
* SEITON => Rapi
* SEISO => Resik
* SEIKETSU => Rawat
* SETSUKE => Rajin

Keuntungan dari melaksanakan 5S ini adalah:
# Tempat kerja nyaman
# Keselamatan kerja terjamin
# Efisiensi tercapai
# Kerjasama dan semangat
# Produksi meningkat.

PENJELASAN 5S (INDONESIA)
Di Indonesia dikenal dgn konsep 5R ini juga disebut sebagai konsep budaya industry dan penerapannya dibutuhkan langkah demi langkah dilingkungan kerja masing-masing agar dapat terlihat hasil dan pencapaian dari konsep ini.5 R dimaksud adalah:

R-1 : RINGKAS
Ringkas merupakan langkah awal untuk melaksanakan 4R yang lainnya yaitu dengan cara menyingkirkan barang-barang yang tidak diperlukan ditempat kerja agar tempat kerja tidak tersita oleh banyaknya barang yang berakibat sempit, susah bergerak dan dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Empat langkah menuju ringkas adalah penjelasan untuk peyeragaman pengertian, kegiatan meringkas ditempat kerja, pemeriksaan berkala dan standarisasi ringkas.

R-2 : RAPI
Pengertian rapi disini adalah setiap barang harus ada wadahnya dan setiap wadah harus pada tempatnya sehingga mudah untuk mencari dan setiap barang yang berada di tempat kerja mempunyai tempat yang pasti. Lima langkah menuju rapi adalah pengelompokkan barang, persiapan tempat, beri tanda batas, buat tanda label atau indikasi dan buat peta peletakan barang.

R-3 : RESIK
Pada dasarnya manusia dilahirkan menyukai keadaan bersih dan indah, tempat gelap dan kumuh sangat mengganggu pemandangan dan proses kerja. Secara makro adalah membersihkan segala sesuatu dan menangani penyebab secara keseluruhan, secara individual adalah membersihkan tempat kerja atau bagian khusus mesin dan secara mikro adalah membersihkan bagian dan alat khusus serta penyeba kotoran diidentifikasi dan diperbaiki. Empat langkah menuju resik adalah sarana kebersihan, pembersihan, peremajaan dan pelestarian.

R-4 : RAWAT
Pengertian rawat adalah menjaga agar barang, tempat kerja atau apa saja yang ada ditempat kerja terjaga dengan kondisi yang baik dan dapat digunakan jika dibutuhkan. Sasaran rawat yang lebih utama adalah adanya standar kerja, keselamatan kerja dan kualitas tinggi. Disamping memelihara peralatan juga menambah nilai manajemen visual. Lima langkah menuju rawat adalah penentuan butir pengendalian, penetapan kondisi tidak wajar, mekanisme pemantauan, pola tindak lanjut dan pemeriksaan.

R-5 : RAJIN
Secara umum pengertian dari rajin adalah melakukan apa yang harus dilakukan dan jangan melakukan apa yang tidak boleh dilakukan. Pengendalian visual ditempat kerja merupakan langkah awal dari rajin sehingga menciptakan tempat kerja dimana masalah dapat segera dikenali dan tindakan perbaikan dapat segera diambil. Rajin harus dimulai dengan standar yang ketat yaitu standar jelas dan tidak membingungkan, pimpinan memeriksa tempat kerja secara berkala, system dapat terlaksana dengan sendirinya, dapat dikembangkan menjadi peraturan dan dapat membuat kerjasama kelompok. Empat langkah menuju rajin adalah penetapan target bersama, teladan dari atasan perlu dikembangkan, pembinaan hubungan karyawan dan kesempatan belajar bagi karyawan.

PENJELASAN KAIZEN

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar